Senin, 06 Oktober 2025

 Ramadhan adalah bulan special yang kehadirannya di nanti oleh setiap muslim. Tak hanya dinanti namun persiapannya dilakukan jauh sebelum ia dating. Ibarat tamu special ia begitu ditunggu. Bahkan sang insane mulia Rasulullah Muhammad Shallalahu Alaihi wa sallam punya do khusus menyambut bulan ini “Allahumma rajabna, syaban, ramdhan”. Setelah 11 bulan memuopuk dosa, Raadhan dating membasuh setiap jiwa.

Bagi setiap muslim, Ramadhan tentu memberi warna yang berbeda dalam setiap kedatangannya. Seperti juga Ramadhan 2018 M/1490 H. puji syukurkepada Allah yang telah mengaruniakan kesempatan untuk mengecap sensai Ramadha di 3 negara.

Nagara pertama tentu saja Indonesia, Awal puasa, aku berada di JOgja, sebuah propinsi di Indonesia yang dikenal sebagai kota pendidikan. Namun menurutku JOgja tak hanya sekedar kota Pendidikan namun juga kota kajian. Jika ada ayang berkunjung ke kota ini, tak menyempatkan unutk duduk dalam majelis ilmu, saya kartakan rugi.bagaiaman tidak, kota di kota ini, ustadz-ustadz yang selama ini hanya bisa saya saksisakn di dunia maya, silih berganti dating mnumahkan ilmu. Bahkan kadang membuat galau, kajian mana dulu yanghraus dihadiri terutama di bulan Ramadhan.

Bagi anak kost-kostan tak hanya kenyang otak yang didapat, tapi juga kenyang perut. JAdi, tak perlu khawatir kalau jadwal kajian mepet waktu berbuka puasa,  Mesjid – mesjid yang pernaha saya kunjung diantaranya Mesjid JOgokariyan, Mesjid Kampus, UGM, Mesjid Mujahiddin UNY, Mesjid Suciati Slaiman, Mesjid Syuhada, MAsjid Gde Kauman, dan masih banyak lagi mesjid lainnya. Di 10 hari terkahir Ramadhan, mesjid-mesjid tersebut juga membuat agenda Itikaf. Meski berbayar namun ini sudah termasukalaynaan –layana yang bisa membuat kamu tennag beriadah dengan fasilitas memadai. Biaya itikaf kurang ebih 200 – 300 ribuan unutk 10 hari.  Ini juga berlaku bukan hanya di JOgja namun juga kota-kota besar kainnya di Pula u JAwa sperti Bandung, Semarang, Jakarta, dan Surabaya. Maka sarana saya, bagi siapapun yang dating ke kota-kota ini. Jangan Cuma manjakana mata dengan tepat-tempat terkenal, tapi sempatkan juga untuk men charge ilmu kita.

Negara kedua. Srilanka

Sebuah Negara kecil bahkan tak pernah terlintas dipikiran unutk ku kunjungi. Tak banyak yang aku tahu tentang Negara ini selain dari salah satu novel karaya Tere Liye berjudul Rindu dimana di situ di ceritakan tentang Jamaah Haji di tahun 1920 an yang masih menggunakan kapal, bersandar terlebih dahulu ke Srilanka sebelum melanjutkan perjalalan terakhir menuju pelabuhan Jeddah.

Alhamdulillah Allah sempatkan kaki ini menapak di tanah tengah SAmudera yang jikadilihat dalam peta maka ia hanya serupa titik. Sampainya kami k sini mereupakan rangkaina dari perjalanan impian kami swkeluarga yaitu Umroh. Karena menggunakan Umroh Backpacker maka kami harus transit terlebih dahulu. Rombngan kami kebagian menggunakan pesawat Srilanka Airlines. Awalnya kami berpikir hanya akan transit beberapa jam, ternyta trandist kami lebih dari 12 jam yang membuat kami mendapatkan pelayan dari maskapai unutk menginap disalah satu hotel di daerah Negombo. Kurang lebih 30 menit dari Bandar udara Bandara naike.

Negara ketiga. Arab Saudi.

Ini adalah perjalan yang benar-benar hadiah terindah dari Allah unutk keuarga kami. Tanpa perencanaan dari jauh-jauh hari. Semuanya terjadi secara singkat namun penuh liku layakna roller coaster. Hanya 2 bulan semnjak sebuah ilkaln Umroh itikaf bersama UStadz Budi Ashari tebit. Perpaduan anatar tanah impian kami sejak dulu dengan diampingi guru yang begitu indah mengajrkan sejarah membuat kami bertindak nekat.

Ustadz Budi Ashari adalah salah satu ustadz favorit kami sekeluarga terutama jika berbicar masalah sejarah. Maka dengan modela neakt, kami berupaya unutk bisa umroh bersama beliau. Ya, isa dibilang langkah yang kami ambil cukupnekat. Kami bukanlah dari keluarga kaya yang dengan mudah berangkat ber 6 ornag dengan biaya kurang lebih 30 juta. Maka bismillah, uang tabungan kami gunkan beserta menual satu buah rumah. Sempat terbersit kekhawtiran bagaiaman setelah ini. Dengan 3 orang anak yang masih bersatatus mahasisa ditambah 1orang yang akan melanjutlakan S2, benar-benar membuat kami gamang. Namun lagi-lagi bismillah.. Allah maha kaya.  Sampai suatu hari, sayabertemu seorang ibu yang akan menghabisakan full ramdhan di tanah suci “tidak usah dipikirkan Nak kalau masalah uang. Yakin, Allah maha kaya. Yang penting NIAT dulu, USAHA dulu. Kalau sudah di sana doa yang banyak.. minta sama Allah.

Catatan Waode . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates